travel alhijaz, paket umroh murah 2017, umroh desember 2017, paket umroh januari 2017, paket umroh februari 2017, paket umroh maret 2017, daftar haji plus, jadwal keberangkatan umroh, kontak travel alhijaz, alamat kantor travel alhijaz, lokasi kantor travel alhijaz, travel alhijaz indowisata| travel umroh haji plus di jakarta utara, jakarta timur, jakarta barat, jakarta selatan, biaya promo paket umroh murah bulan desember 2016-2017 flight by Saudi Airlines | Travel Umroh Alhijaz Indowisata direct madinah

Spesial PROMO UMROH 2017 | Travel Umroh AlHijaz Indowisata Jakarta Timur | Harga Paket Umroh Murah Promo 2017 Subhanallah!! Penambahan Kuota Haji 2017 Indonesia Naik 52.200 JamaahPromo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017 Subhanallah!! Penambahan Kuota Haji 2017 Indonesia Naik 52.200 JamaahPromo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017

PAKET UMROH 2017-2018

>

Sabtu, 11 Februari 2017

Pemerintah Arab Saudi akhirnya menambah jatah kuota haji Indonesia yang sudah lama ditunggu-tunggu warga muslim. Lewat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menyetujui tak hanya pengembalian kuota normal haji Indonesia, tapi juga penambahan kuota.
"Kuota haji untuk Indonesia tahun 2017 menjadi 221 ribu," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu, 11 Januari 2017.
Jokowi melanjutkan, angka 221 ribu tersebut terdiri atas kuota normal haji Indonesia sebesar 211 ribu dan penambahan sebesar 10 ribu. Pada tahun lalu, kata mantan Wali Kota Solo itu, angkanya tidak sebesar itu.
Pada 2016, besar kuota haji untuk Indonesia adalah 168.800 atau lebih kecil 52.200 dibandingkan kuota terbaru. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan kuota normal dikarenakan pemerintah Arab Saudi tengah melakukan perluasan Masjidil Haram kala itu.
"Sebagai catatan, sejak 2013, kuota jemaah haji Indonesia dan negara lainnya memang diturunkan 20 persen karena perluasan itu," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Jokowi menyebut keberhasilan menaikkan kuota haji ini akibat upaya yang dilakukan pemerintah sejak 2015. Sejak 2015, kata dia, pemerintah beberapa kali melakukan pendekatan ke Arab Saudi dari berkunjung ke sana hingga menggelar pertemuan dengan deputi Kerajaan Arab Saudi di Pertemuan G-20 di Hangzhou, Cina.
"Saya juga meminta Menteri Agama Lukman Hakim dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menindaklanjuti terus pertemuan-pertemuan itu," ujar Jokowi.
Dengan sudah jelasnya kuota haji untuk Indonesia, Jokowi mengatakan persiapan haji 2017 sudah bisa dimulai. Harapannya, pelaksanaan haji tahun ini bisa berjalan lancar.
Penambahan kuota haji untuk jamaah Indonesia akan dibahas secara formal saat Raja Salman berkunjung ke Indonesia.

Pertemuan Dengan Kerajaan Arab Saudi 

Pengembalian kuota normal Indonesia dan penambahan 10.000 jemaah pada kuota baru, menurut Presiden Jokowi, merupakan hasil kunjungan kerja ke Arab Saudi pada September 2015 silam ditambah dengan pembicaraan tindak lanjut oleh Menteri Agama Lukman Syaifuddin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai presiden menemui Deputi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman, pada September 2016 di Hangzhou, Cina.
Kabar ini disambut baik Ardyansah, salah seorang dari jutaan orang yang menunggu giliran berhaji.
"Saya sudah menunggu sejak 2011. Kalau saya cek online ke Kementerian Agama, saya berangkat 2018. Harapannya sih bisa berangkat tahun ini," katanya.
Apresiasi penambahan kuota datang dari Muharram Ahmad, selaku Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji Khusus atau Himpuh. Dia berharap penambahan kuota haji bisa berdampak besar terhadap daftar tunggu ibadah haji.
"Ini harus kita syukuri, Alhamdullilah. Ini pasti akan mempengaruhi daftar tunggu yang di beberapa daerah, seperti di Sulawesi Selatan, daftar tunggunya sampai 41 tahun. Mudah-mudahan tahun depan terus seperti itu sehingga daftar tunggunya bisa mempercepat bagi masyarakat atau calon jamaah," kata Muharram.

Kebijakan prioritas

Soal daftar tunggu, Abdul Djamil, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, mengaku sudah memiliki kebijakan guna memastikan orang-orang yang belum berhaji mendapat prioritas.
"Pelunasan kan ada dua tahapan. Tahapan pertama, yang di waiting list itu hanya diperuntukkan bagi yang belum berhaji. Nanti kalau tidak terakomodir semua, yang sudah berhaji bisa melunasi. Itu merupakan policy untuk memberikan prioritas bagi mereka yang belum berhaji," kata Abdul.
Sebagai gambaran, tambahnya, jumlah orang yang belum berhaji dari 168.800 jamaah tahun lalu mencapai 98%. Sedangkan sisanya merupakan individu yang menunaikan ibadah haji lebih dari sekali.
"Karena antreannya begitu panjang, bagi yang sudah berhaji ada kecenderungan memilih ibadah umrah ketimbang menunggu untuk waktu yang panjang," kata Abdul.

0 komentar:

Posting Komentar