travel alhijaz, paket umroh murah 2017, umroh desember 2017, paket umroh januari 2017, paket umroh februari 2017, paket umroh maret 2017, daftar haji plus, jadwal keberangkatan umroh, kontak travel alhijaz, alamat kantor travel alhijaz, lokasi kantor travel alhijaz, travel alhijaz indowisata| travel umroh haji plus di jakarta utara, jakarta timur, jakarta barat, jakarta selatan, biaya promo paket umroh murah bulan desember 2016-2017 flight by Saudi Airlines | Travel Umroh Alhijaz Indowisata direct madinah

Spesial PROMO UMROH 2017 | Travel Umroh AlHijaz Indowisata Jakarta Timur | Harga Paket Umroh Murah Promo 2017 Jamaah Haji Indonesia Bisa Menggunakan Kuota Haji Negara Lain Promo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017 Jamaah Haji Indonesia Bisa Menggunakan Kuota Haji Negara Lain Promo !!Paket Umroh 20 Juta Flight By Saudi Airlines | Harga Paket Umroh Murah Promo Desember 2017

PAKET UMROH 2017-2018

>

Sabtu, 11 Februari 2017

Hidayat Nur Wahid : 
Indonesia Bisa Menggunakan Kuota Haji Dari Negara Lain  

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan daftar haji 2017-2018 di Indonesia semakin panjang. Hal ini disebabkan pembangunan di sekitar Kabah sehingga dilakukan pemotongan kuota.
"Ini kesepakatan negara-negara Islam," katanya. "Kalau tidak ada kuota akan menambah ruwet saat ibadah," kata Hidayat selepas menjadi khatib Idul Adha di Kemang, 21 September 2016.
Dalam kuota disebut per 1000 penduduk, ada satu jatah calon haji. Dengan kuota itu maka Indonesia mendapat jatah lebih dari 200.000 jamaah haji. Pemberlakuan ini tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh negara Islam.
Banyaknya jemaah haji di Indonesia, menurut Hidayat menunjukkan semakin banyaknya kelas menengah. Karena panjangnya antrian itu, Hidayat menilai sangat penting bagi Indonesia untuk berkomunikasi dengan negara-negara yang selama ini kuota hajinya tidak dipakai.
" Tahun 2017 ini, kuota haji di Iran tidak digunakan," ungkap Hidayat.  Daripada kosong, menurut Hidayat Nur Wahid lebih baik kuota itu diambil Indonesia.
Tak hanya menggunakan kuota dari negara Islam namun juga bisa menggunakan kuota dari negara di mana umat Islam minoritas, seperti di Filiphina, Muangthai, Vietnam, dan Laos. "Di sana banyak kuota yang belum dipakai," ujarnya.

Komunikasi Dengan Negara Islam Secara Legal

Untuk bisa mendapat kuota dari negara tersebut maka ditegaskan oleh Hidayat Nur Wahid, kementerian agama dan kementerian luar negeri harus melakukan komunikasi dengan negara-negara tersebut hingga akhirnya bisa dicapai  kesepakatan. "Daripada ada jemaah yang menggunakan cara-cara ilegal," tegasnya.
Sebelumnya, dalam khotbahnya, Hidayat Nur Wahid menuturkan hari raya Idul Adha menghidupkan kembali peristiwa yang telah dilalui oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dari kisah Ibrahim, dapat diambil pelajaran bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan perlindungan pada rakyat yang dipimpinnya. Dia juga memberikan keteladanan dalam kebaikan, membangun kedekatan dengan rakyat sehingga ketika memimpin, ia melihat dengan pandangan cinta, kasih sayang, penuh toleransi, dan perlindungan.
Dalam memimpin, Ibrahim mengedepankan dialog dan musyawarah. Dilanjutkan dalam pesan khotbahnya, kepemimpinan itu adalah sesuatu yang nyata dan konkrit dan bisa diestafetkan. Kepemimpinan itu harus dipersiapkan dan direncanakan.

Mulai 2017, kuota haji Indonesia akan bertambah dari 168.800 menjadi 221.000 jamaah.

Peningkatan jumlah kuota itu didapat setelah pemerintah Arab Saudi mengembalikan kuota normal Indonesia sebelum 2013 sebanyak 211.000 dan menambah 10.000 sesuai permintaan pemerintah Indonesia.
"Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, maka pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia dan memutuskan pemberian tambahan 10.000. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia tahun 2017, dari 168.800 menjadi 221.000. Indonesia memperoleh kenaikan sebesar 52.200," ujar Presiden Joko Widodo dalam pengumuman di Istana Merdeka, pada Rabu (11/01).

0 komentar:

Posting Komentar